CEO Manchester United, Omar Berrada, menyatakan bahwa langkah-langkah pemangkasan biaya klub mulai menunjukkan hasil positif setelah dirilisnya laporan keuangan terbaru. Klub kini membukukan laba operasional sebesar 32,6 juta pound, dibandingkan kerugian 3,9 juta pound pada periode yang sama tahun lalu.

Transformasi finansial ini melibatkan lebih dari 250 pemutusan hubungan kerja sejak saham minoritas dibeli oleh Sir Jim Ratcliffe pada Februari 2024. Selain itu, klub juga menekan pengeluaran gaji, termasuk gaji pemain tim utama pria, sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya.
Berrada menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi juga memperkuat profitabilitas jangka panjang. Ia menekankan bahwa fokus klub tetap pada prestasi sepak bola sambil menjaga stabilitas bisnis di luar lapangan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dampak Positif Restrukturisasi di Lapangan
Meski melakukan pemangkasan biaya, performa tim tetap impresif. Tim putra Manchester United berada di peringkat keempat Liga Primer, sementara tim putri menduduki posisi kedua Liga Super Wanita. Tim putri juga berhasil mencapai final Piala Liga dan perempat final Liga Champions Wanita UEFA.
Berrada menekankan bahwa keberhasilan finansial dan prestasi olahraga berjalan beriringan. Menurutnya, efisiensi biaya memberikan ruang bagi klub untuk terus berinvestasi di kedua tim, memastikan kompetitif di semua ajang yang diikuti.
Hasil ini menunjukkan bahwa restrukturisasi yang dilakukan klub tidak mengorbankan kualitas di lapangan. Sebaliknya, Manchester United berhasil menyeimbangkan antara performa olahraga dan kesehatan finansial.
Baca Juga: Borussia Dortmund Kunci Rapat Pemain Ini, Manchester United Gigit Jari!
Penurunan Biaya Operasional dan Pengeluaran Karyawan

Total biaya operasional kuartal yang berakhir 31 Desember turun sebesar 22,5 juta pound menjadi 173,9 juta pound, atau turun 11,5% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan efektivitas langkah efisiensi yang diterapkan manajemen.
Pengeluaran tunjangan karyawan juga turun sebesar 7,4 juta pound menjadi 75,1 juta pound. Penurunan ini sebagian besar berasal dari program pengurangan jumlah karyawan yang dilaksanakan sepanjang tahun sebelumnya.
Berrada menekankan bahwa pengelolaan biaya yang disiplin ini memungkinkan klub mematuhi regulasi Financial Fair Play UEFA dan Peraturan Keuntungan dan Keberlanjutan Liga Premier, menjaga stabilitas klub menjelang jendela transfer musim panas.
Fokus Klub: Sepak Bola dan Pertumbuhan Bisnis
CEO Manchester United menekankan bahwa transformasi ini memungkinkan klub tetap fokus pada pengembangan tim utama pria dan wanita. Klub terus berupaya meraih hasil terbaik di lapangan sambil memastikan bisnis berjalan sehat dan berkelanjutan.
Investasi yang tepat sasaran di kedua tim memberi dampak positif bagi performa kompetitif mereka. Dengan kombinasi manajemen keuangan yang disiplin dan strategi olahraga yang tepat, United mampu menjaga posisi mereka di papan atas liga.
Berrada menyimpulkan bahwa hasil keuangan terbaru menunjukkan kekuatan mendasar bisnis Manchester United. Restrukturisasi ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang membangun fondasi kuat untuk keberlanjutan klub di masa depan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballonly987.com.
